Sabtu, 05 Oktober 2013

Politik Memerintah Thailand Menangani Delema Yang Terjadi Di Patani

Pemberontakan Revolusi rakyat di kawasan Thailand Selatan (Patani) melakukan tindakan senjata aksi militer kepada pemerintahan imprealisme siam, dengan melakukan tindakan menyerang Bataliun Militer Thailand Kas IV, terletak di wilayah Narathiwat yaitu Bataliun Konphan Phatthana Thisy/Markas Pileng. Pada tanggal 4 Januri 2004 M.
    Serangan tersebut mengakibatkan tentera Thailand 4 orang tentera tewas, dan merampas 413 senjata api dengan demikian tersebut membuat Jendral dan para pembesar Thailand mejadi panic dan serba tidak jelas siapakah hantu reksaksa yang muncul dengan tiba-tiba tersebut. Berbagai dugaan dan prasangka sehingga PM Taksin Chinawat pada masa 2004-2008 pernah mengatakan tindakan menyerang Kem Maskas di Pileng itu, adalah sebagai penjahat kampungan yang kepentingan mencari senjata untuk menjual kepada Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sehingga PM Taksin Chinawat intruksi Letjend Khatiak (Saek Daeng) ke Aceh untuk menyelidiki dan mencari bukti tentang senjata yang hilang di Pileng tersebut.   
    Colonel Thawi Soksong (sekarang Sekretaris Jendral Pusat Pentatbiran Wilayah Thailand Selatan di Patani) pernah analisis dan mengatakan  peristiwa Peling tersebut adalah politik militer sendiri yang memainkan itu. Dan ada juga yang mengatakan,  tindakan serangan tersebut oleh Gerakan Mujahidin Malaysia (GMM) dan Jamaah Islamiah (JI) dengan bantuan pasukan tertentu untuk mendapat senjata melengkapi gerakan mereka dan berbagai dugaan.
   Memang bukan segampang untuk melakukan serangan maskas dan merampas senjata. Tetapi gerilya Revolusi Melayu Patani bisa melakukan tindakakan tersebut dan juga sebagai mecetus bungan revolusi kebali, beberapa lama bungan revolusi melayu Patani terpadam oleh sejarah. 
   Demikian gerilya revolusi malayu Patani semakin melakukan separatis megugat politik kestabilan pemerintah imprealisme siam dengan melaku tindakan senjata, bom dan aksi masa dengan tujuan merayu kepada pemerintahan siam meninjau masalah apa sebenar yang harus dilakukan, sebagai bumi jajahan (Patani) dikembali hak pertuanan bangsa melayu Patani sebagai suatu bangsa yang merdeka.
   Politik pemerintahan siam belum ada keputusan tersebut. Namun apa yang di pertahankan oleh pemerintahan siam, sedangkan anggaran biaya menangani masalah yang terjadi di Patani pada 2004-2012  kurang lebih 150.000.000 bath dirupiah mejadi 45 Miliyar dan mengunakan tenaga personalia lebih dari 100.000 orang dalam menangani delema tersebut, sedangkan darah Patani (Narathiwat, Yala, Patani dan setengah Songkla 4 kabupaten) seluas hanya 15.000 k/m persegi dan setatitik 2008 penduduk warga di Patani lebih kurang 5.000.000 orang. 
   Demikian pihak pimpinan pemerintah sebagai merajui Negara sudah VI Perdana Mentri. Satu PM Taksin Chinawat Dua PM Surayut Buyakrin Tiga  PM Semath Suntharaweth Empat PM Sumchai Niklakphaichit Lima PM Aphisit Waechachiwat Enam PM Yinglak Chinawat. Dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di Patani semakin hari semakin parah dan terlalu dalam sulit untuk mencari solusi bagi masalah tersebut. Beberapa kali kebijakan dan strategi yang rancang dan menyesun oleh pemerintah Thailand selalu gagal dan tidak efektif yang bisa dianggap  mencari kedamaian. Namun kebijakan dan strategi yang pernah menguluarkan dalam rangka supaya bisa menyelesai seperti berikut, Satu Tentera membawa politik Dua Politik Membawa tentera dan Tiga Tentera politik dan politik tentera.
Melaksana berbagai tatik dalam menghadapi revolusi melayu Patani di bagi menjadi beberapa perkara seperti, A. tetik menghapus ideologi dan menghacurkan setruktur organisasi revolusi Patani B. tektit phiskologi menguasai rakyat C. tektit undang-undang darurat meliter D. tektit pertahanan dan keamanan rakyat E. tektit gerelya anti gerilya F. tektit mendatangkan ulama antara bangsa untuk menyokong penjajah siam G. tektit memecah belah pejuang dengan perudingan palsu.
Demikian kebijakan strategi dan tektit diatas, pemerintahan siam tidak  tampak dalam menyelesaikan masalah yang terjadi malahan keadaan  suasana semakin hangat dan kasus-kasuk perlawanan baik pihak penjajah dengan kaum revolusi melayu Patini mengakibatka pertemparan dan perlawanan yang diedarkan dalam WWW.Wartani.com sebanyak 577 kasus tindakan senjata dan separatis, dari tahun 2004-2012 M dan lebih kurang 5.000 yang tewas baik pihak tentera, pejuang dan masyarakat sipil, kurban cendera kerang lebih 30.000 orang.
Informasi atas di umumkan oleh Media Masa dan Koran bagi pihak siam, dan berapa tindakan yang mengacam, tentera dan personalia pihak penjajah siam yang tewas dan tidak umumkan. Jadi pemerintah melakukan manipulasi jumlah tersebut, karena khawatir kasus dan jumlah tewas tersebut diinformasi dan diedarkan pada dunia Internasonal.  
   Belakangan ini banyak timbul isu-isu di kalangan masyarakat luar Patani tentang revolusi kemerdekaan Patani. Hal ini disebabkan manipulasi dehak imprealisme siam, khususnya pemberita siam melaporkan kejadian-kejadian yang berlaku di Patani itu sebagai:
Masalah ganguan keamanan dalm negeri.
Masalah separatis.
Terorisme dengan sebab perselisihan agama.
Masalah hak asasi manusia, sekadar siam melanggarkan hak Muslim Patani tertentu saja.
Masalah perdagangan haram, dadah dan lain-lain.
     Tuduhan itu tidak berdasarkan sama sekali, menelusuri kejadian-kejadian yang sebenarnya di bumi Patani ini. Mereka berjuan, dengan revolusi bersenjata terhadap imprealisme dan kolonialisme Siam semata-mata untuk mebebaskan bangsa melayu dan tanah air dari penjajah Siam, semenjak tahun 1785 M. dengan tujuan:
Mengambilkan setatus bumi Patani sebelum tahun 1785 M. bukan separatis.
Memertahankan kemurnian dan kepercayaan agama islam, bukan terorisme.
Menentukan nasib sendiri sebagai suatu Bangsa dan Negara yang merdeka dan berdaulat, bukan perjuang meganggu kestabilitas Negara, keamanan Negara dan ketenteraman dalam negeri.    
     Dengan memikian juga, bagi internasinal harus mengambil perhatian apa yang terjadi di dikawasan tersebut,  untuk membantu dengan tidak bertentanga dengan undang-undang internasional seperti: 
Dunia melayu (Indonisia, Malaysia, dan Brunai) harus memperhatikan hak pertuanan melayu Patani dan prospektis perdamaian serantau.
Dunia Islam (OIC) harus melihat hak-hak melayu dan pertuanan Islam di Patani
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus mengambil berat tentang hak penentuan nasib sendiri sebagai bangsa Melayu Patani sesuai dengan Piagam PPP. (Dari Mahasiswa Rantau).

Senin, 26 November 2012

Derita Bangsa Pattani


            Setiap negeri mempunyai penderitaan yang bermacam-macam dan berbeza, akan tetapi orang yang ada dibawahnya pemerintahan yang sangat kejam itu adalah penderitaannya khusunya bagi umat Pattani. Semua penduduk diselatan Thailand mengalami penderitaan yang tidak bisa lupakan. Bagi rakyat Pattani, mereka tahu mereka sedang menghadapi keadaan yang sukar. Yang berpanjangan karena mereka percaya kezaliman itu datangnya dari kerajaan Thai. Mereka terus dilanda kezaliman karena hakikatnya tetap raja-raja zalim itulah yang memerintah. Yang menjadikan  umat Islam sebagai musuh mereka, sedangkan umat Islam Pattani tidak pernah malakukan sekarang kesalahan membela diri dan hak mereka.

            Apa yang terjadi di Pattani Selatan Thailand tidak dapat dianggap sederhana karena dampaknya pasti sangat serius. Rusuhan di Pattani bukan lagi angka-angka tentang berapa jumlah manusia yang tewas, berapa rumah ibadah yang di tembak, berapa kepala keluarga yang meninggal karena ditembak ketika keluar untuk bekerja. Bahkan melihat pada sudut sejarah, orang Pattani itu tidak boleh jelas-jelas beribadah, dan tempat belajar agama (Pondok) maupun umum di tembak atau pun ada tujuan untuk menghilangkan seluk beluk orang Pattani oleh Pemerintah yang bukan Islam. Apa tujuan kejadian seperti ini? Maka, masyarakat Melayu Pattani yang sebagian besar muslim mempertanyakan, mengapa konflik di Pattani yang memakan korban jiwa cukup besar ?.
            Di hati mereka sudah tertanam kebencian. Artinya, mereka sudah punya target Umat Melayu Pattani harus dimusnahkan dari bumi (serambi Mekah) atau Pattani Darussalam. Jadi, pembantaian itu adalah target mereka. Sedangkan target terakhirnya adalah meng-Thailandkan Umat Melayu Islam Pattani dari berbagai sudut kehidupan dari budaya, bahasa maupun agama yang mereka muti, sedangkan mereka yang dekat sekali dengan kita itu terus berjuang walaupun dalam keadaan  serba kekurangan, ketakutan dam kezalimi yang dialami oleh mereka.
            Ini jiran tetangga kita yang seagama, apakah tetangga membiarkan mereka lanjutin penderitaannya tanpa ada pembelaan?, apakah tetangga yang seagama tidak melakukan sesuatu? Jujurnya, bertemu dengan penduduk di selatan Thailand yang agama Islam  yang mempunyai kuat semangat walaupun dalam serba kekurangan, tetapi dalam nikmat Allah yang karuniakan kepada kita di bumi ini. Apakah pengorbanan kita terhadap tanggungjawab antar seagama bahkan tanggungjawab terhadap janjian sama Tuhan? Dimanakah  arti saudara? Kenapa kita masih tidur dengan seenak-enaknya? Padahal saudara kita tidur dibawah peluru bom. Apakah dibiarkan saudara kita meninggal dengan keadaan seperti ini? Dan berapa malam yang harus diceritakan lagi biar untuk sadar? !.
(Engkau yang letih karena kesibukanmu untuk membangun kehidupan yang jujur dan damai, marilah kita beristirahat dalam kesyukuran bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk bekerja.)
By …Bintu Abdullatif…

Love Mymother Land (Cinta Tanah Air Ku)


                                                        Ragaku takkan kembali tanpa cita
Semua dilakukan sebagai bukti diri
Berjuang dan berkorban demi tanah air tercinta
Pergi jauh bukan untuk melupakan
Tapi untuk mendapat sesuatu yang dibanggakan
Bukan untuk kepentingan peribadi
Tetapi untuk kepentingan sesuatu yang membutuhkan
Dengarlah 2x…….
Tangisan anak ini
Dari hati dan jiwa yang suci
Dengan hati keinginan untuk memperbaiki
Keadaan menjadi lebih baik lagi
Kita akan kembali ,,,,,,
Meraih prestasi atas segala perjuagan
Kita tetap yakin dan cinta tempat kita dilahirkan
Sebagai  pembuktian atas segala pengabdian
Teruslah berdiri kokoh,,,,,,
Bertahanlah meski angin  semakin kencing
Kita generasi muda,,,,,,,
Akan selalu menopang
Takkan kita biarkan semuanya runtuh


By : Putri Melayu

Jumat, 07 September 2012

Polisi Pemerintahan Siam Menhancurkan Rakyat Patani

          Sejak dari Periode Yinglakh Chinnawat Perdana Mentri Thailand mengeluarkan kebijakan untuk mengantasi konflik di Perbatasan Selatan Thailand (patani), dengan intruksi menganrahkan pasukan khusus 1000 orang,supaya mengatasikan permasalahan Bom Dari sejak bulan Sya'ban-Syawal 1433 H. dengan demikian iekitu Bom yang sudah mengancamkan tentera Thailand sekitar jumlah 100 orang tentera, sudah menjadi kurban.       
                    Namun tentera  yang sudah  menepatkan di Perbatasan Selatan Thailand begitu jumlah maksimal, bisa mengatasi masalah melalui memandang pada jumlah yang ada, justeru tidak begitu efektif dalam mengatasi konflik yang terjadi, malahan tentera yang sudah mengirim sebagai mangsa dan sia-sia saja, selama sejak dari tahun 2004-2012 tidak ada berubahan untuk mendamaikan atau menyelesaikan masalah ini, sedangkan  beberapa perubahan pemerintah dan beberapa partai seperti Pegthai dan Pachathipat sebagai partai yang terbesar dan banyak berperanan di subuah Negara Gajah Putih ini, begitu juga tidak berfungsi lagi.
              Dengan  Operasi yang dahsyat  pada bulan Ramadhan  kemarin di  kampung Duwa Daerah Mayo, pada tanggal 8 Agustus 2012 M.  bahwa operasi tersebut bisa membuktikan kelemahan dalam bidang tentera untuk melawa kaum tuntutan bebas melayu patani, 
                                                                                                                                     Mahasiswa Merantau.  

Kamis, 30 Agustus 2012

rakyat sengaja di bodohi politik penjajah

Sejak dari tahun 1875 M, policy bagi pemerintah siam berterus menindas segala aspek kehidupan masyarakat Patani, yang dampak sangat jelas dan nyata adalah penindasan dalam bidang pendidikan, dalam selama ini tidak ada perkembangan dan wawasan dalam pola berfikir bagi anak muda pada  era zaman kemajuan, justeru kebalikan dengan mebodohi anak muda, yang lebih dahsyat adalah policy  benyebarkan dadah atau nakoba bagi anak muda  yang di anggap sebagai tulang belakang bangsa dan negara, kini sudah menjadi bubur, seandainya ! kita berdiam dan bisu tak mau merubah nasib kita sendiri, pertanyaan,  siapa lagi? yang mau menerusan perjuangan ini, ayam betina juga pada tidak mau membiarkan anak di tindas dan diannyanya, kita sebagai manusia yang mempunya citra rasa bisa hanya cukup berdiam
(dari Mahasiswa Merantau)

Senin, 27 Agustus 2012

Rahasia Pejuang Sebalik Tabir



            Rahasia ini memang tidak selalu gampang kita di teliti, secara umum manusia sejak semula jadi  selalu tidak bisa terlepas dari perjuangan untuk bertahan hidup dalam alam semesta ini, beberapa cubaan dan rintangan yang di hadapi untuk menuju keberhasilan, proses kehidupan sebagai makhluk yang di utuskan ke  alam buana ini.
            Tetapi yang saya ungkapkan di sini khususnya kepada perjuangan  pembebasan dan menegakan keadilan ( fithting for freedam ) sebagai fitrah semula jadinya manusia dalam keadaan bebas, nah! contohnya “ ketika hak-hak seseorang di rampas, otomatisnya kita akan bertahan sekuat mampu untuk bisa mempertahankan haknya ”.
            Tokoh yang kita bisa contohi salah satu adalah Nabi Muhammad sws. Baliau adalah seorang manusia, yang di anugrahkan keistimewaan lebih dari manusia biasa, sedangkan, Baliau sebagai seorang anak yatim, fakir dan lagi miskin, tetapi dalam perjuangan Baliau mampu menempuhi berbagai masalah. Baliau mengalami suka dalam keadaan deritaan kaya dalam keadaan papa kuat hebat dalam keadaan  lelah. Yang di namakan perjuangan harus dilalui oleh seribu satu cobaan, peris pahit langkah menuju kemenangan dan seribu hikmah akan selalu di temani.
            Juga sahabat Al-Rasyidin, mereka sering kali ditimpa masalah tidak terhingga, kehinaan selalu menduga kerisis perbedaan sering kali biasa, namun mereka tetap menjalakan dengan lapangkan dadanya kepentingan atau kemaslahatan umat lebeh utama, pertanyaan apa yang menjadi kekuatan mereka sehingga bisa mengharungi lautan  yang penuh dengan gelumbang angin rebut ?. tak lain tak bukan adalah mereka mempunyai keimanan ketaqwaan yang kokoh dan kesabaran yang mendalam.
            Satu lagi adalah Abu Bakar Al-Basyir, mereka pernah menjadi imam solat di Masjid Al-Haram Mekah, pemimpin imam solat umat Islam ketika musem haji di Mekah, cukup bangga diri sebagai salah satu pimpinan islam.
            Sebaliknya dia merasa tidak puas selagi mana umat islam Busynia pada masa itu di zalimi di anyayai oleh kafir, sebagai imam solat di mekah, dia tak ingin lagi memperlihatkan kesengsaraan itu, langsung menuju kemedan perjuangan sebagai harimau padang pasir. Apa yang dia bayangkan pada waktu itu untuk apa dia lakukan. Jawabannya sama, dia manjalankah apa yang menjadi perintah dan tanggung jawaban sebagai umat islam yang tidak inginkan umat islam dizalimi oleh kaum kafir.
            Demikian juga seorang kaya mewah jabatan tinggi sehingga terkenal dalam masyarakat Arab, dia adalah, Usamah bin Ladin dia adalah sosok pejuang yang hebat salah satunya, beberapa harta kekayaan di curahkan kepada perjuangan umat islam. Untuk apa harta tersebut di kasih dengan tidak ada keutungan baliknya?.        
(Dari Mahasiswa Rantau )                   

Tradisi Intelektual Islam Melayu-Patani


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBINiq9ZRaX56WI08gmsgkGAEJGmHTiFu6lSFmk18Ckn5hXnXGQ_C7BYoeyqT8oSw7vtnYrq2nQ9KLN92hwdEbE-Y3MMHnR9fSVLzdzuYLyjCXMmkouoAQz5ySpmeUzL1eDe5S3j7CJe9V/s200/patani.gif 

Pembahasan tentang Dunia Melayu secara keseluruhan, tidak mungkin tanpa menyertakan wilayah Patani sebagai salah satu bagian di dalamnya. Secara historis, wilayah Patani sejak awal telah memiliki keterkaitan dengan dunia Melayu, baik dalam bidang sosial, politik, perdagangan, maupun kesusastraan dan budaya.

Patani, yang secara geografis terletak di pesisir timur wilayah Thailand Selatan ini, sebelumnya pernah menjadi salah satu pusat kerajaan Melayu, dan hingga kini, sisa-sisa kejayaannya tersebut masih tampak, terutama karena komunitas Muslim Melayu di Patani masih menggunakan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Penggunaan bahasa Melayu ini tampaknya bukan karena mereka tidak menguasai bahasa Thai, tetapi lebih merupakan upaya perumusan identitas etnis dan agama, karena bagi mereka, bahasa Melayu tidak sekadar berfungsi sebagai bahasa ibu (mother tongue) belaka, lebih dari itu, bahasa Melayu adalah juga identitas keberagamaan.

Dalam hal ini, menjadi Melayu berarti menjadi seorang Muslim, karena bahasa Melayu sangat erat terkait dengan Islam dan berbagai warisan budayanya. Inilah, antara lain, yang membedakan secara mencolok Muslim Melayu-Patani dengan komunitas Thai lainnya, baik dalam hal bahasa, adat istiadat, agama, maupun pola pikir mereka.

Kini, Patani merupakan salah satu dari empat provinsi paling selatan di Thailand, selain Yala, Narathiwat, dan Satun. Sejak awal, keempat provinsi ini memang merupakan basis penting komunitas Melayu yang hampir seluruhnya beragama Islam.

Patani sendiri pernah menjadi salah satu pusat pendidikan Islam, dan—dalam konteks dunia Muslim Melayu—bahkan pernah dijuluki sebagai cradle of Islam. Sebutan ini tampaknya tidak terlalu berlebihan jika melihat kenyataan bahwa sejak paruh pertama abad 18 hingga awal abad 19, Patani telah melahirkan beberapa ulama mumpuni dan produktif semisal Syaikh Dawud al-Fattani dan Syaikh Ahmad al-Fattani. Di antara para ulama Melayu, Syaikh Dawud al-Fattani bahkan pernah dianggap sebagai “the most productive author of Kitab Jawi in the nineteenth century”. Ia telah menghasilkan sedikitnya 66 kitab berbobot di berbagai bidang keislaman.
Berkaitan dengan keberadaannya sebagai pusat kebudayaan Islam-Melayu, Patani menjadi rujukan masyarakat Muslim Melayu untuk memperoleh pendidikan dasar keislaman sebelum mereka melanjutkan menimba ilmu di lembaga-lembaga pendidikan di Timur Tengah, khususnya di Haramayn: Makkah dan Madinah.

Murid-murid yang datang untuk belajar di Patani pun berasal dari berbagai belahan Dunia Melayu, termasuk Melayu-Indonesia. Di antara ulama Melayu-Indonesia yang pernah menempuh pendidikan dasarnya di beberapa lembaga pendidikan tradisional (pondok) di Patani adalah Syaikh
Abdussamad al-Palimbani, seorang ulama yang paling produktif dan paling terkemuka dari Palembang. Di Patani inilah sesungguhnya al-Palimbani memperoleh “modal awal” untuk menjadi seorang pengarang dan penerjemah kitab di dunia Melayu.

Dalam konteks pendidikan ini, Patani sesungguhnya memiliki budaya dan karakter yang unik, baik yang berkaitan dengan masyarakat maupun institusinya. Seperti halnya di wilayah Melayu-Nusantara lain, semisal Indonesia, Patani melahirkan banyak institusi pendidikan tradisional yang disebut pondok, dengan “tok guru” (Jawa: Kiai) sebagai pemimpin spiritualnya.

Melalui insitusi pondok ini, Patani berhasil menarik perhatian kelompok Muslim di wilayah lain untuk datang dan belajar agama di sana. Akhirnya, melalui proses belajar-mengajar di pondok yang berlangsung secara simultan inilah, Patani kemudian menjadi salah satu early center of Islam, atau, seperti telah dikemukakan, sebagai cradle of Islam in Southeast Asia. Kita bisa menyebut beberapa pondok yang beberapa di antaranya masih dapat dijumpai hingga kini, yakni Pondok Dalo, Pondok Semla, Pondok Bermin, Pondok Mango, dan beberapa pondok lain yang namanya selalu dihubungkan dengan “tok guru”nya masing-masing.

Print This Page
Gepostet von Oman Fathurahman an 12:15 AM Permalink   Description: http://www.blogger.com/img/icon18_edit_allbkg.gif